Dream… :))

Ada pepatah mengatakan : Hal yang terindah adalah ketika melihat seseorang tersenyum… Tapi hal yang jauh lebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya.. :))

Senyuman Alami… :))

               Sebenarnya kisah ini kualami sekitar 1 minggu yang lalu, namun baru sekarang aku bisa menceritakannya hehe. Suatu siang, aku dan kakakku berkunjung ke Toko Roti “Cake Boss” untuk survey harga kue. Begitu sampai ke pintu depannya, aku berjumpa dengan orang yang tak asing bagiku. Ia langsung menyambut kami dengan senyuman yang sangat hangat. Aku baru sadar, ia adalah kakak dari kenalan ibuku, sekarang usianya sekitar 40 tahunan. Dan ternyata ia bekerja di Toko Roti ini. Aku sudah mengenalnya sejak kecil.

                Dari rona wajahnya, seolah tak ada beban sama sekali. Tampaknya ia sangat enjoy dengan pekerjaannya selama ini. Namun, kita tak pernah tau apa yang tersimpan dalam hati seseorang. Karena sebenarnya ia mengalami kebisuan sejak lahir, ia tak dapat berbicara seperti orang pada umumnya. Beberapa kali ada pengunjung yang bertanya pada dirinya, namun ia hanya menjawab dengan isyarat saja, disertai dengan senyuman hangat.

                Tapi, yang tetap membuatku salut adalah rona wajah bahagia yang selalu terpancar dari wajahnya. Senyuman lebarnya itu bak warna-warni pelangi yang menghiasi langit setelah hujan deras, sangat indah… :)).

“Senyumanmu kepada saudaramu merupakan sedekah.” (HR Tirmidzi)

           Bisa jadi ia tidak seberuntung kita semua yang dapat seenaknya berbicara, kita yang bisa menyanyi setiap hari. Namun nyatanya, ia tetap menjalani hari-harinya dan bekerja untuk menyambung hidup. Pasti terblesit sekali keinginannya selama ini untuk dapat berbicara seperti kita semua.

           Aku seperti mendapat tamparan keras lagi hari ini, bagaimanapun suaraku, tak lolos ajang pencarian bakat waktu itupun kwkwkwk… Pernah berharap mempunyai suara yang sangat enak. Namun ternyata selama ini, ada yang malah berharap hanya dapat berbicara, entah bagaimanapun suaranya.

           Aku dan kakakku merasa malu saat itu juga, seseorang yang diuji tanpa indera suara, ternyata masih bisa mensyukuri karunia yang diberikan Allah, tampak dari rona wajahnya yang terlihat bahagia. Sementara kami berdua, tak bisa dipungkiri pasti masih sering sekali mengeluhkan inilah itulah, dan pasti kurang mensyukuri anugerah-Mu selama ini… Astaghfirullah..

           Bismillah, semoga saudara kita tersebut dapat senantiasa memancarkan senyumannya, dan semoga kita semua juga bisa belajar darinya untuk menampakkan wajah yang menyenangkan pada saudara-saudara kita.. :)). Aamiin…

              Ya semua mudah untuk dikatakan, namun susah sekali untuk dilakukan. Akupun juga sampai saat ini masih belum bisa mengamalkannya, terkadang badmood bisa datang namanya juga manusia hehe, maaf sekali ya karena memang semua tidak semudah apa yang dikatakan. Tapi, tenang saja setiap ada niat pasti ada jalan, semoga bisa ya… :)).

           Seperti pernyataan indah yang tertera dalam buku Pengen Jadi Baik 1 :

“Alhamdulillah, arti senyum itu bagai kemarau setahun, yang dibalas hujan sehari…

Sungguh, terasa sejuk dan menyegarkan :))”.

Kata-Galau-Ketika-Hujan-Turun

                    Mohon maaf kawan jika ada pernyataan yang kurang berkenan di hati, semoga artikel ini bisa bermanfaat ya :))

Wassalam…

Advertisements
Leave a comment »

Bagai Selembar Kertas Putih

                Suatu saat yang lalu aku mendengar berita tentang salah satu temanku. Ya, pada saat itu, memang ia terkena suatu masalah. Memang tidak menutup kemungkinan, sifat dasar manusia, bila ada sesuatu berita tentang seseorang bisa jadi, tak sengaja kita malah membicarakannya. Mohon maaf ya…

               Sebenarnya aku sangat dekat dengan temanku ini, bahkan kita sama-sama suka jahil sekali haha.. Tapi kali ini.. sebenarnya saya juga mulai terjangkit ikut mbatin tentang temanku ini, dan prasangka-prasangka buruk mulai bermunculan tentangnya. Khilaf wes… sampai akhirnya, aku sendiri yang terkena suatu tamparan keras.

               Siang ini, temanku datang dengan wajah berseri-seri seperti biasanya, ia adalah orang yang selalu mengajakku sholat di awal waktu. Aku masih, dulu kami selalu berjalan bersama menuju masjid, menunggu waktu sholat tiba. Sekarang pun, meski tak ada masjid terdekat, biasanya ia mengingatkanku untuk sholat. Alhamdulillah…

                “Barang siapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia akan memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu,” (HR Muslim)

                Selain itu, teh manis buatannya senantiasa menemaniku di siang hari. Ia biasanya membuat 2 cangkir, satu untukku dan satu untuknya. Dan entah mengapa saat meminum teh buatannya, rasanya perasaanku menjadi sangat lega. Secangkir teh saja benar-benar bisa mengubah moodku menjadi lebih baik..Alhamdulillah.. :)).. Jika digambarkan, perbuatannya sama seperti dengan perkataan seseorang ustadz dalam sebuah buku :

               “Bagi siapa yang senantiasa membahagiakan orang lain, maka Allah akan membahagiakan hatinya… :))”

                Alhamdulillah… rasanya aku benar-benar harus ditampar supaya tersadar, aku harusnya bersyukur masih memiliki sahabat. Bahkan, bisa jadi sebenarnya sikapnya, kelakuannya itu jauh lebih baik daripada sikapku selama ini. Terlepas dari permasalahan yang pernah dijalaninya… serta dari semua perbuatan yang telah ia berikan selama ini.. sejenak aku teringat dengan perkataan seseorang :

                 “Ketika kita memiliki selembar kertas putih yang sedikit ternoda, janganlah terfokus dengan noda yang ada… karena sebenarnya masih banyak ruang putih di kertas itu yang bisa diisi dengan sesuatu yang indah”

                Bismillah… dengan siapapun kita bergaul, dengan siapapun kita bersua.. semoga kita dapat saling membubuhkan tulisan indah di setiap lembaran kehidupan. Namun, bagaimanapun adanya, lembaran kertas putih, suatu ketika pasti akan ternoda. Ya, sama seperti aku, yang pastinya juga berlumuran dengan banyak kesalahan dan kekhilafan selama ini. Oleh karena itu, aku sangat membutuhkanmu….. :)). Seperti sebuah kutipan terkenal :

11856762_837994779653845_614835778_n

                Mohon maaf ya bila ada perkataan yang kurang berkenan di hati teman-teman mengenai artikel ini, mohon maaf sekali… :)), Wassalam…

Leave a comment »

Balon Kebahagiaan

balon 2

                   Kisah ini sebenarnya dikutip dari sebuah artikel yang ada di majalah Nurul Hayat, entah mengapa ketika membacanya terasa damai seketika :)). Alhamdulillah… Jika sebuah senyuman bisa timbul setelah membaca suatu kisah, alangkah senangnya jika yang lainnya juga turut merasakan berkah yang sama. Bismillah… berikut adalah artikelnya, semoga bermanfaat ya :))

                 “Dalam suatu acara seminar yang dihadiri sekitar 50 peserta, tiba-tiba sang motivator berhenti berkata-kata. Ia mulai memberikan balon kepada masing-masing peserta. Mereka diminta untuk menulis namanya di balon-balon tersebut dengan menggunakan spidol. Setelah itu, semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke ruangan yang lain.

                Setelah 15 menit kemudian, semua peserta disuruh masuk ke ruangan dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka. Mereka diberi waktu hanya 3 menit.

               Semua orang panik mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang lain di sekitarnya sehingga terjadi kekacauan. Waktu 3 menit sudah usai. Tidak ada seorang pun yang bisa menemukan balon mereka sendiri.

Setelah itu, sang motivator meminta kepada peserta untuk secara acak mengambil sembarang balon dan memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di atasnya. Tak sampai 3 menit, semua orang sudah punya balon dengan nama mereka sendiri.

                  Akhirnya sang motivator berkata, “Apa yang kita alami ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri. Mirip dengan mencari balon mereka sendiri, dan banyak yang gagal.

             Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Mirip dengan memberikan balon tadi kepada pemiliknya.

                  Ingat bahwa, kebahagiaan kita sebenarnya juga terletak pada kebahagiaan yang kita berikan kepada orang lain. Beri kebahagiaan kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan kebahagiaan anda sendiri :)).

               Ya. Ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah, “Barangsiapa yang membantu seorang mu’min terlepas dari kesusahan di dunia, niscaya Allah akan membantunya terlepas dari kesusahan dunia dan akhirat”, (HR. Muslim)”

                 Bismillah… semoga kita bisa mengambil hikmah yang ada dari cerita di atas. Bisa jadi… kebahagiaan yang kita rasakan saat ini… senyuman yang senantiasa tergaris di rona wajah kita ini, bisa timbul akibat kebaikan-kebaikan yang telah orang lain perjuangkan.

                Jadi, jangan bersedih ya… tersenyumlah.. :)). Percayalah, dalam keadaan suka maupun duka, yakinlah pasti ada, dan selalu ada beberapa raga yang berupaya menyampaikan balon kebahagiaan titipan dari-Nya untuk kita.

             Akhir kata, ada sebuah kutipan yang penuh maknaJangan terlalu merisaukan siapakah yang kita suka, tapi… cobalah rasakan siapa yang telah membuat kita merasa bahagia… :))”

Sekian dan semoga bermanfaat… :))

Leave a comment »

Kesehatan, Anugerah yang Tak Ternilai Harganya

                Suatu pagi,  aku tak sengaja melihat acara di televisi. Kisah ini menceritakan tentang kondisi yang dialami seorang bayi di Indonesia. Ia menderita penyakit yang amat langka. Sepintas terlihat tak apa-apa, namun bagian putih dari matanya menjadi berwarna kekuningan, itu adalah salah satu pertanda ia mengalami penyakit kelainan hati, yang dikenal dengan nama atresia bilier. Kasus atresia bilier bersifat progresif, terus merusak saluran empedu termasuk yang di dalam hati. Dan rasanya pasti luar biasa sakit…

              Setelah aku mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk pengobatannya, aku agak terperanjat. Biaya total untuk mengobati sang anak diprediksi sekitar 1,2 Milyar, terkait dengan pencangkokan hati. Woow, itu adalah jumlah yang luar biasa sekali.

                Kita saja yang sudah besar, ketika mengalami sakit panas saja rasanya sudah merasa sakit sekali, apalagi seorang bayi yang masih kecil, harus menderita penyakit langka seperti itu… Ibu kandungnya pasti ingin menggantikan posisi anaknya yang sedang menderita kesakitan, tak tega melihat sang buah hati menjerit siang dan malam.

             Mohon maaf, saya sama sekali tak ada maksud untuk menggurui, saya pun sering sekali melupakan nikmat yang telah diberikan selama ini. Tetapi… dengan membayangkan kondisi bayi di atas, semoga kita dapat senantiasa bersyukur dengan kesehatan yang masih kita miliki. Semoga kita bisa menjaga segenap nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah. Dan, semoga dedek kecil tersebut bisa diberikan kesembuhan ya… Aamiin.

url

  Bismillah… Semoga bermanfaat… :))

Leave a comment »

Hati yang Terbolak-Balik

hati

                 Kehidupan ini menyimpan sejuta misteri yang tak pernah bisa ditebak. Sama halnya seperti sebuah perasaan dalam hati. Adakalanya kita pernah membenci seseorang, tak suka dengan sikapnya, dan mencoba menghindar saat bertemu dengannya. Tapi hati-hati, bisa jadi orang yang pernah kita benci, orang yang mungkin pernah kita sakiti itu…. adalah orang yang sangat kita rindukan saat ini, orang yang tak sengaja selalu terlintas di dalam pikiran, serta turut kita sertakan dalam doa-doa….

Dan bisa saja ia adalah seseorang yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya … :))

Leave a comment »

%d bloggers like this: