Dream… :))

Ada pepatah mengatakan : Hal yang terindah adalah ketika melihat seseorang tersenyum… Tapi hal yang jauh lebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya.. :))

Kisah Seorang Anak Kecil dan Pohon Apel

on January 24, 2016

               Kisah kali ini kudapatkan saat membaca novel “Anak Berhati Surga” karya Mh Putra, novel yang pas sekali dibaca untuk mengisi waktu. Berikut kisahnya, semoga bermanfaat :))

***********************************************************************************************

Kisah Seorang Anak Kecil dan Pohon Apel

pohon-apel-dan-anak

                Alkisah, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak kecil yang senang sekali bermain-main di bawahnya. Ia sering berlari-lari mengelilingi pohon tersebut, dan sesekali memakan buahnya. Ibaratnya sang anak sangat senang dengan pohon tersebut, begitu pula sebaliknya.

                Waktu terus berlalu, anak itu kini telah tumbuh besar dan tak lagi bermain-main dengan pohon apel tersebut. Dan suatu hari, ia mendatangi pohon apel, dengan wajah yang amat sedih.

“Ayo sini bermain lagi denganku” kata pohon apel itu

“Aku bukanlah anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi. Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untu membelinya” jawab anak tersebut.

              Pohon apel tersebut menyahut, “Maaf, aku tak memiliki uang, tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu”

              Anak tersebut sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun setelah itu, anak itu tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

                Suatu hari sang anak kembali lagi. Pohon apel tersebut amat sangat senang melihatnya.

              “Pohon, aku tak punya waktu lagi untuk bersantai, aku harus bekerja untuk keluargaku. Kemarin hujan badai membuat banyak bagian rumahku yang rusak, kami membutuhkan banyak bahan untuk memperbaiki rumah. Maukah engkau menolongku?”

“Maaf, aku pun tak memiliki rumah, tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku sebagai bahan untuk memperbaiki rumahmu” kata pohon apel.

              Kemudian anak itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel, ia pergi dengan gembira. Pohon itu juga bahagia melihat sang anak senang, tapi nyatanya sang anak tak juga kembali lagi. Pohon apel kembali merasa sedih.

                Pada saat musim panas, anak itu datang lagi, dan pohon apel bersuka cita menyambutnya.

“Aku sedih pohon, aku sudah memasuki usia tua dan aku ingin hidup tenang, berlibur ke suatu tempat menaiki kapal pesiar, tapi bagaimana caranya?” Tanya sang anak

“Maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menjualnya. Pasti engkau dapat menikmati berlibur dengan kapal pesiar dari hasil menjual batang tubuhku ini.”

                Kemudian, ia menebang batang besar pohon apel tersebut, menjualnya dan kemudian pergi berlayar dengan kapal pesiar.

                Setelah bertahun-tahun lamanya, anak itu datang kembali dengan wajah pucat.

“Maaf, aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu” kata pohon apel

“Tak apa, aku pun sudah tak memiliki gigi untuk menggigit buahmu” jawab sang anak

“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat”

“sekarang aku juga sudah terlalu tua untuk itu” jawab sang anak

“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa yang bisa aku berikan padamu. Yang ada hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini” kata pohon apel sambil menitikkan air mata

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang, aku hanya membutuhkan tempat tuk beristirahat.” Kata sang anak

“oh bagus sekali, tahukah kamu akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring di atasnya. Marilah beristirahat di atas akar-akarku ini”

              Anak itu lantas berbaring di atas akar-akar pohon tua itu. Pohon apel itupun sangat gembira, dan sekali lagi menitiikan air matanya.

Tahukah kamu…?

Pohon apel itu… adalah orang tua kita.

***********************************************************************************************

               Bersyukur sekali masih bisa membaca kisah di atas, sembari menjaga tryout di tempat kerja hehe. Sepertinya selama ini aku nggak sadar kalau selama ini sering sekali merepotkan ibu, dan mungkin aku juga beranggapan itu hal yang sangat wajar, karena itu memang tugas seorang ibu. Sampai akhirnya Allah menunjukkan sebuah kondisi, yang ketika aku berada di sekitarnya, aku merasa sangat tertampar, ya… saat menemani kakakku melahirkan.

               Mengamati masa 9 bulan yang dijalani kakakku, bekerja pulang pergi Surabaya gresik sembari mengandung. Menaiki sepeda motor layaknya wonderwoman, sembari membawa seorang bayi di dalam perutnya. Pastinya perjalanan pun terasa jauh lebih berat. Belum lagi saat melahirkan, jeritan dan tangisan terdengar sampai keluar ruangan. Terlebih lagi, nyawa taruhannya…

               Bukan hanya sampai di situ saja, tengah malam kami selalu terbangun oleh tangisan si kecil, kakak dan ibuku mulai repot menenangkan si kecil dan sementara aku hanya bisa melanjutkan tidur ehehehe.. ^^. Sejenak aku berpikir, saat ibuku mengandung diriku, ia juga sedang bekerja, sering bolak-balik Surabaya bali juga, tempat ayah. Ya, walaupun semua itu saat ini hanya bisa menjadi kenangan saja bagi ibu.. :)).

               Bisa jadi tanpa kita sadari, selama ini kita sudah hidup di dunia kita sendiri, tanpa memperhatikan bahwa sebenarnya ada seorang bidadari yang senantiasa menemani setiap langkah kita. Ia dekat dan selalu ada, namun sering kali kita tak menyadarinya, termasuk saya juga yang tak sadar.

               Mohon maaf jika ada perkataan yang kurang berkenan di hati mengenai artikel ini. Dengan memposting salah satu kisah dan menceritakan beberapa pengalaman seperti ini bukan berarti selama ini aku sudah berbuat sangat baik terhadap ibuku. Bisa jadi selama ini, aku sering sekali menyakiti hatinya… T.T

               Tapi, Alhamdulillah sudah diingatkan oleh salah satu kisah dari novel tadi. Dan semoga kita dapat menyerap hikmah dari kisah anak kecil dan pohon apel tersebut. Bismillah, semoga kelak kita dapat memberikan kebahagiaan bagi orangtua kita, terutama bagi ibu, cukup dengan membuatnya selalu tersenyum di samping kita, itulah kebahagiaan yang sesungguhnya… dan semogaaa kita ndak php ya… Aamiin aamiin aamiin… :)).

           Oke bro, semoga kita bisa senantiasa saling berbagi dan mengingatkan, semoga bermanfaat dan sekali lagi mohon maaf yaaa… :)).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: