Dream… :))

Ada pepatah mengatakan : Hal yang terindah adalah ketika melihat seseorang tersenyum… Tapi hal yang jauh lebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya.. :))

Senyuman Alami… :))

on December 28, 2015

               Sebenarnya kisah ini kualami sekitar 1 minggu yang lalu, namun baru sekarang aku bisa menceritakannya hehe. Suatu siang, aku dan kakakku berkunjung ke Toko Roti “Cake Boss” untuk survey harga kue. Begitu sampai ke pintu depannya, aku berjumpa dengan orang yang tak asing bagiku. Ia langsung menyambut kami dengan senyuman yang sangat hangat. Aku baru sadar, ia adalah kakak dari kenalan ibuku, sekarang usianya sekitar 40 tahunan. Dan ternyata ia bekerja di Toko Roti ini. Aku sudah mengenalnya sejak kecil, sekitar 10 tahun yang lalu.

                Dari rona wajahnya, seolah tak ada beban sama sekali. Tampaknya ia sangat enjoy dengan pekerjaannya selama ini. Namun, kita tak pernah tau apa yang tersimpan dalam hati seseorang. Karena sebenarnya ia mengalami kebisuan sejak lahir, ia tak dapat berbicara seperti orang pada umumnya. Beberapa kali ada pengunjung yang bertanya pada dirinya, namun ia hanya menjawab dengan isyarat saja, disertai dengan senyuman hangat.

                Tapi, yang tetap membuatku salut adalah rona wajah bahagia yang selalu terpancar dari wajahnya. Senyuman lebarnya itu bak warna-warni pelangi yang menghiasi langit setelah hujan deras, sangat indah… :)).

“Senyumanmu kepada saudaramu merupakan sedekah.” (HR Tirmidzi)

           Bisa jadi ia tidak seberuntung kita semua yang dapat seenaknya berbicara, kita yang bisa menyanyi setiap hari. Namun nyatanya, ia tetap menjalani hari-harinya dan bekerja untuk menyambung hidup. Pasti terblesit sekali keinginannya selama ini untuk dapat berbicara seperti kita semua.

           Aku seperti mendapat tamparan keras lagi hari ini, bagaimanapun suaraku, tak lolos ajang pencarian bakat waktu itupun kwkwkwk… Pernah berharap mempunyai suara yang sangat enak. Namun ternyata selama ini, ada yang malah berharap hanya dapat berbicara, entah bagaimanapun suaranya.

           Aku dan kakakku merasa malu saat itu juga, seseorang yang diuji tanpa indera suara, ternyata masih bisa mensyukuri karunia yang diberikan Allah, tampak dari rona wajahnya yang terlihat bahagia. Sementara kami berdua, tak bisa dipungkiri pasti masih sering sekali mengeluhkan inilah itulah, dan pasti kurang mensyukuri anugerah-Mu selama ini… Astaghfirullah..

           Bismillah, semoga saudara kita tersebut dapat senantiasa memancarkan senyumannya, dan semoga kita semua juga bisa belajar darinya untuk menampakkan wajah yang menyenangkan pada saudara-saudara kita.. :)). Aamiin…

              Ya semua mudah untuk dikatakan, namun susah sekali untuk dilakukan. Akupun juga sampai saat ini masih belum bisa mengamalkannya, terkadang badmood bisa datang namanya juga manusia hehe, maaf sekali ya karena memang semua tidak semudah apa yang dikatakan. Tapi, tenang saja setiap ada niat pasti ada jalan, semoga bisa ya… :)).

           Seperti pernyataan indah yang tertera dalam buku Pengen Jadi Baik 1 :

“Alhamdulillah, arti senyum itu bagai kemarau setahun, yang dibalas hujan sehari…

Sungguh, terasa sejuk dan menyegarkan :))”.

Kata-Galau-Ketika-Hujan-Turun

                    Mohon maaf kawan jika ada pernyataan yang kurang berkenan di hati, semoga artikel ini bisa bermanfaat ya :))

Wassalam…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: