Dream… :))

Ada pepatah mengatakan : Hal yang terindah adalah ketika melihat seseorang tersenyum… Tapi hal yang jauh lebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya.. :))

Surat Untuk Masa Depan

on November 20, 2015

                 Hari sabtu 14 Nov 2015 bisa dibilang sebagai hari baper sedunia.. haha, koq bisa? Ya.. karena hari ini di tempat kerjaku sedang berlangsung pekan motivasi. Setelah menonton film motivasi, setiap siswa diharapkan menulis surat untuk masa depan, buat ibunda dan orang-orang yang tersayang. Dengan iringan lagu “bunda”, suasana satu ruangan makin kerasa bapernya.

                 Kulihat sekeliling ruangan, mereka mulai menulis, dan… tak terasa pipi dan kertas mereka sudah basah oleh air mata. Sejenak seisi ruangan pun hening. Yang terdengar hanyalah iringan instrumen musik, yang makin merasuk ke hati. Kulihat ada kertas dan pena di depanku. Aku ingin menulis seperti yang mereka lakukan. Namun nyatanya, tak sepatah katapun dapat keluar. Aku tak bisa menulis di sekeliling banyak orang.

                 Akhirnya aku keluar ruangan dan mengambil spot di pojokan, tak ada satupun orang di sana. Alhamdulillah paling tidak suasana bisa lebih tenang.. dan di tempat inilah.. surat untuk masa depanku mulai tertulis…

2014070211180419306

——————————————————————————-

SURAT UNTUK MASA DEPAN

                 Hari ini, 11 januari 2025. Kulihat hamparan hijau mengalun di depanku.. gemericik air sungai yang sangat jernih, turut menemani langkah kita. Kita? tentunya diriku, bersama dengan seorang malaikat yang paling cantik di dunia. Ia adalah setetes embun pagi yang menyegarkan.. ia adalah hembusan angin yang menyejukkan. Ya… meski helai demi helai rambutmu mulai memutih, garis demi garis kerutan telah muncul, itu semua telah tertutupi oleh senyuman manis darimu, yang semakin menunjukkan betapa cantiknya dirimu.. Ya, kita bisa menyebut bidadari ini sebagai seorang ibunda..

                 Alhamdulillah kita sedang berada di area persawahan, dimana udara terasa sangat sejuk. Kita bergegas menyusuri langkah dua bidadari kecil yang sudah mendahului di depan. Mereka berkejar-kejaran dengan canda tawa yang sangat lepas. Melihat kesenangan mereka saja sudah membuat kita sangat bersyukur, terlebih lagi jika harus menemani mereka hari demi hari… bisa dipastikan kita adalah orang yang paling beruntung di dunia.

                 Sejenak kita berhenti di pendopo, tempat istirahat di area persawahan ini. Ibunda mulai membuka kotak bekal yang telah dipersiapkan dari rumah. Tunggu sebentar, Rumah..? Sudah tahukah rumah kita?.. Ya rumah mungil di pinggir jalan, yang tak jauh dari sawah ini. Rumah yang memang tak begitu besar, tak begitu mewah, tapi… terasa sangat istimewa. Rumah yang masih sejuk ketika panas terik melanda di luar. Rumah yang masih hangat ketika hujan deras melanda di luar. Alhamdulillah… ini adalah rumah kita.

                 Lanjut, saat ibunda mulai membuka bekal. Menu yang sangat lezat, enak tak tertandingi. Penasaran? ya.. nasi, sayur asam, ikan mujaer, tempe goreng, sambal dan kerupuk. Sederhana memang, tapi rasanya begitu nikmat. Tentunya karena masakan ini dibuat dengan sepenuh hati, dengan kasih sayang di setiap taburan bumbunya.. membuat setiap lidah yang merasakannya tak sadar bahwa ini hanyalah masakan rumahan.

                 Alhamdulillah, nampaknya rintik rujan mulai turun menemani kita. Si kecil menengadahkan telapak tangannya hingga terasa tetes demi tetes keberkahan telah datang. Ibundaku memeganginya, supaya ia aman dan tak terjatuh dari pendopo. Hm.. entah mengapa.. kini, linangan air mata tak sengaja keluar membasahi, bersama tetesan air hujan.. bukan pertanda kesedihan, namun sebaliknya.. ini pertanda rasa bahagia yang amat sangat dalam.

                 Sejenak pandangan kami tertuju pada seseorang yang berjalan mendekat, dengan membawa 3 buah payung peneduh. Seseorang yang sangat dinanti kehadirannya sedari tadi. Ya.. ia telah sampai di depan pendopo, dengan seutas senyuman khas. Dan sesungguhnya ia adalah seorang pangeran di hati kami.

                 Ternyata kebahagiaan itu memang bukan berasal dari seberapa banyaknya materi yang kita miliki. Tarik napas sejenak.. Alhamdulillah, karena kebahagiaan sejati itu akan terasa, ketika kita berada dekat, sangat dekat dengan mereka yang kita sayang, mereka yang senantiasa mengisi detik demi detik menjadi sangat berwarna. Ya Allah.. apakah ini yang dinamakan surga dunia? aku bisa membayangkannya, merasakannya saat ini juga, sungguh… begitu indah.. :)).”

——————————————————————————-

                 Mungkin inilah sepenggal bagian dari surat masa depan yang telah kutulis. Ini adalah seberkas mimpi yang selalu terblesit di setiap detik demi detik yang akan terjadi. Bismillah, aku percaya.. setiap memori yang indah selalu berawal dari sebuah mimpi yang telah dibayangkan sebelumnya.

Semoga… bisa menjadi nyata… :))

Aamiin Aamiin Aamiin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: