Dream… :))

Ada pepatah mengatakan : Hal yang terindah adalah ketika melihat seseorang tersenyum… Tapi hal yang jauh lebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya.. :))

Terselamatkan dari Maut

on October 18, 2015

             Hari rabu, 14 oktober 2015 merupakan hari bersejarah bagiku, mengapa? karena ada sesuatu yang mendebarkan terjadi…dag dig dug apakah itu? Wkwkwk lebay kan. Begini ceritanya sob. Sebenarnya hari itu adalah hari libur, dan pastinya di tempat kerjaku sama sekali tak ada aktivitas belajar mengajar. Berhubung hari kamis besoknya ada UTS kimia di salah satu sekolah, jadi paling tidak hari rabu ini aku harus menemani teman-teman belajar persiapan UTS.

                Pagi itu aku sama sekali tak ada firasat buruk saat akan pergi ke tempat kerja di ambengan. Padahal sejak kemarin mamaku sudah mengatakan supaya aku istirahat di rumah saja pada hari libur ini karena melihatku yang tak enak badan. Tapi karena sudah membuat janji, nggak enak juga kan kalo membatalkan. Sebelum berangkat pun mamaku berusaha meyakinkanku supaya aku tak berangkat. Tapi aku tetap nekat saja, malahan aku bilang udah lah ma nggak apa-apa koq ma, yakin aja lah ma.

                Lega sekali rasanya melihat jalanan yang agak sepi, tanpa macet, Ya.. tak seperti biasanya. Kupacu sepeda motor dengan kecepatan standar, seolah-olah tak akan terjadi masalah apapun di jalanan yang tampaknya sepi ini. Namun, sesuatu itu memang tak seperti kelihatannya. Justru di saat yang tenang seperti inilah terjadi suatu kejadiaan yang membuatku kaget.

                Tepat di arah perempatan kertajaya setelah Rabbani pucang, pada saat aku belok kiri di samping pom bensin, aku merasakan sesuatu yang aneh terlintas oleh ban sepedaku.. sesuatu yang amat licin sehingga aku langsung mengerem sepeda. Tapi semua langkah yang kulakukan untuk menghentikan sepeda tetap tak berfungsi. Akhirnya sepedapun oleng kehilangan arah sehingga aku terseret bersama sepeda. Rasanya sekujur tubuh bagian kiriku merasakan seretan jalan raya yang amat keras hingga beberapa meter ke tengah jalan.

                “Bruaaak…!” akhirnya sepeda pun jatuh tepat menindih bagian tubuhku yang sebelah kiri. Dengan setengah sadar, orang-orang sekitar berdatangan mengangkat sepeda dan menenangkanku. Aku linglung sejenak, lalu baru tersadar..Oh aku jatuh ternyata, dan pose jatuhku mirip seperti para pembalap, ya mungkin seperti valentine rossi saat terjatuh dan terseret bersama sepedanya. Saat itu, ada seorang polisi yang ikut menolong, beliau banyak sekali berbicara kepadaku, namun aku sama sekali tak paham apa yang dibicarakan, karena saat ini aku hanya fokus 1 hal “Sakit rasanya badanku… T.T”.

                Alhamdulillah masih bisa nyetir sampai ambengan dan mengajar dengan menahan rasa sakit. Tapi untunglah tak ada satupun siswa yang menyadari bahwa aku baru saja terjatuh. Tapi anehnya, saat mengajar rasa sakit itu terasa berkurang, hm… mungkin karena melihat keceriaan para adek-adek yang lagi belajar ya hehe.

             Sesampainya di rumah, kakakku mulai curiga dengan cara berjalanku yang agak terpaksa. Terbongkar sudahlah saat kakakku bertanya-tanya dan akhirnya menyampaikan semuanya ke mamaku. Ya, walaupun mamaku orangnya luar biasa cuek, tapi sebenarnya hatinya selembut hello kitty, beliau perhatian sekali sampai menemaniku terus malam ini, lebay kan.

                Esok paginya badanku makin njarem, terlebih lagi aku masih mengantuk karena semalam terjaga dalam “insomnia akut”. Mama sudah melarangku untuk berangkat ke ambengan pagi ini, tapiii…kalo aku masih bisa jalan dan naik sepeda, kenapa nggak berangkat wkwkwk. Nekat aku berangkat ke ambengan pagi ini dengan rute yang berbeda dengan lokasi jatuh kemarin, Alhamdulillah selamat sampai ambengan.

                Ya Allah, sakitnya makin kerasa sampai nggak kuat ngajar ini. Akhirnya aku ingat pesan mama, istirahat nak, dan untuk pertama kalinya aku menyesal berangkat kerja. Karena nggak kuat akhirnya aku ijin untuk pulang, tentunya… terpaksa lewat rute yang sama dengan lokasi kecelakaan kemarin karena itulah jalan terdekat. Saat melewati lokasi itu, aku kaget luar biasa, ternyata di dekat spot tempat aku jatuh ada taburan bunga-bunga merah. Biasanya itu pertanda telah terjadi kecelakaan tingkat berat, bahkan pertanda baru saja ada yang meninggal di sana.

                Berarti ada orang lain yang kecelakaan di daerah itu setelah aku juga? Aku suda menduga karena lintasan itu terasa licin, seperti ada genangan oli atau mungkin pasir yang tertabur di lintasan itu. Ya Allah aku kaget sekali… Bersyukur sekali saat itu saya hanya jatuh saja tanpa adanya luka mendalam, paling hanya cekot-cekot saja. Tapi apa yang terjadi dengan orang-orang yang mengalami kecelakaan di tempat yang sama setelah saya? hingga ada taburan bunga di jalanan itu.

                Sesampai di rumah, langsung kupeluk mama, kuceritakan semuanya… eh mama malah ceramah panjaaang -.-.. krik krik, tapi gpp Alhamdulillah itu pasti bentuk kasih sayang ibunda ke anaknya.

             Satu hal yang kuingat saat melihat taburan bunga itu.. Satu hal yang sangat mendalam.. hingga saat ini, aku belum bisa memberikan kebahagiaan bagi mama… aku belum bisa membalas setiap tetesan keringat yang telah dikeluarkannya demi membahagiakanku… Bahkan mungkin tanpa kusadari, aku telah sering membuatnya menitikkan air mata, entah karena sikapku yang tak menurut atau karena perkataanku yang tak sengaja menyakiti hatinya… padahal jika dibayangkan setetes saja air mata ibu keluar karena sikap kita, itu sama sakitnya seperti sebuah peluru yang menembus dada.. lalu bagaimana jika air mata itu mengucur deras? Bagaimana rasa sakitnya?

             Aku sangat menyesal tak menuruti perkataan mama, hingga akhirnya aku merasakan akibatnya. Rasa sakit yang kutanggung ini tak seberapa jika dibandingkan dengan rasa khawatir yang ada pada orang tua kita. Dari pengalaman ini aku belajar suatu hal.. bagaimanapun urusan kita, sesibuk apapun dunia kita di luar sana, sempatkanlah waktu sejenak untuk bersyukur, sejenak menikmati waktu bersama orang-orang tersayang… seperti quotes berikut :

             “Jika suatu hari kau sakit atau tiba-tiba meninggal dunia karena kelelahan bekerja, perusahaanmu akan mencari seseorang untuk menggantikan posisimu. Kemudian semua akan berjalan seperti biasa, kau tidak sepenting yang engkau bayangkan. Sedangkan keluarga, sahabat, dan orang-orang yang menyayangimu akan bersedih dan menderita. Jangan lupa menyayangi orang-orang tercinta mulai dari sekarang, dengan memberikan sebagian dari waktumu yang sangat berharga, Niscaya kamu akan bahagia :)).”

            Sebenarnya ada satu kisah lagi yang membuatku berdebar, jauh lebih mendebarkan dari pada yang kualami tadi, yakni saat berkunjung ke Yogyakarta. Masih kuingat saat itu hari Sabtu, 27 Mei 2006 aku berada di Yogyakarta. Setelah subuh, Gempa berskala 5,9 skala richer itu meluluhlantahkan sebagian besar dari provinsi ini.

             Bersyukur sekali kami serombongan terselamatkan dari peristiwa alam ini. Dini hari sebelumnya, pada saat perjalanan menuju Yogya, bus kami agak mogok sehingga kami harus berhenti beberapa saat. Karena masalah mogok, saat subuh kami belum juga sampai di Pantai parang tritis. Akhirnya saat kami otw menuju Parang tritis, gempa tersebut datang mengguncang bus kami.

             Masih kuingat saat itu ada papan reklame berukuran jumbo hampir menyantap kaca depan bus kami. Tapi bersyukur sang sopir langsung memundurkan bus dengan segera. Beberapa menit bus kami berguncang, dahan pohon dan beberapa barang beterbangan mengetuk-ngetuk bus kami. Seolah ada kekuatan amat besar yang menerbangkan mereka.

             Setelah gempa berhenti, kulihat sekeliling dari dalam bus.. rumah yang ada di kiri dan kanan jalan mengalami keretakan hebat, bahkan ada yang hancur berkeping-keping. Kulihat ada bangunan besar menjulang, namun bangunan itu hanya tinggal setengahnya saja. Tapi dari semua hal tersebut… hal yang paling tragis adalah ketika melihat banyak orang berhamburan di tengah jalan, dengan bersimbah luka dan darah.

                551de-gempa-diy1 sd-yg-trimulyo-jetis-bantul-rata-tanah-600x275

                   Kulihat seorang wanita yang sedang berteriak mencari anaknya. Kulihat para anak sedang menangis mencari ibu dan ayahnya. Banyak orang menjerit, ingin memasuki rumah yang sudah tak berpintu lagi, karena sebagian keluarganya terperangkap di dalamnya.. Bahkan ada seorang ibu yang nekat menyingkirkan banyak bongkahan besar demi menyelamatkan bayinya yang terperangkap di dalam reruntuhan. Banyak sekali orang yang terkapar di pinggir jalan serta banyak sekali tangan yang menggotong tubuh yang sudah tak berdaya. Hari itu Yogya dipenuhi dengan luka, darah, dan air mata.

           Aku hanya memandang semua itu dari dalam bus, merenungi dan turut bersyukur… Allah masih memberi kami nyawa… Seandainya saja saat itu bus kami tidak mogok, kami pasti sudah merasakan keadaan menegangkan di dalam pantai parangtritis, dimana kabarnya air laut menyapu pantai hingga ke arah arena perbelanjaan. Sebenarnya aku agak kecewa dengan mogoknya bus saat itu, yang membuat kami terlambat merasakan suasana pantai. Namun, ternyata sesuatu itu nggak seperti kelihatannya, karena sebenarnya Allah memiliki rencana dibalik hal tersebut. Hal ini sesuai dengan Firman Allah :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (Qs. Al Baqarah : 216)’’

             Sesuatu yang kita pikir buruk, sesuatu yang tidak kita sukai, ternyata menyimpan hikmah kebaikan di dalamnya. Sama halnya seperti seseorang yang kita benci di awal, kita tak suka dengan kelakuannya, dan kita selalu menghindar darinya. Namun, Allah memang Maha Pembolak-balik hati, karena “Semenit yang lalu kita bisa membenci seseorang, tapi hati-hati semenit kemudian kita bisa jatuh cinta kepada orang tersebut.” Bisa jadi ada peristiwa atau kondisi yang membuat kita menyukainya, dan semua itu tentunya sudah dirancang sedemikian indah oleh Allah.. dan selanjutnya… Biarkan waktu yang akan menjawab segalanya… :))

             Alhamdulillah, jika saat ini kita masih diberi kaki yang bisa melangkah, tangan yang masih bisa menjabat satu sama lain, mulut yang masih bisa berbicara, serta mata yang masih bisa melihat… Dari peristiwa di atas semoga kita dapat mengambil hikmah di dalamnya, bahwa di setiap peristiwa yang terjadi pasti ada maksud baik di dalamnya.

             Sejenak aku berpikir, aku bukanlah orang yang baik agamanya, bukan seorang yang indah hatinya, bukan seorang yang selalu berbaik sangka pada orang lain, bahkan mungkin hamba memiliki sikap yang sangat kurang, amat sangat kurang baik. Sudah pasti ada banyak keburukan yang telah kulakukan, banyak luka dan kepedihan yang telah kutorehkan di hati orang lain. Tapi, Alhamdulillah ternyata Allah masih memberikan lembaran kertas kosong untuk bisa melanjutkan perjalanan hidup ini.

             Akhir kata, mohon maaf ya bila ada perkataan atau bahasan yang kurang berkenan di hati teman-teman. Mohon maaf juga jika kisah ini mungkin agak berlebihan hehe. Tapi sebenarnya sama sekali tidak ada maksud apa-apa di dalamnya, aku hanya sekedar ingin berbagi kisah yang dirasa ada hikmah di dalamnya… :))

             Semoga rasa syukur senantiasa meliputi keseharian kita… Aamiin aamiin aamiin… :)).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: