Dream… :))

Ada pepatah mengatakan : Hal yang terindah adalah ketika melihat seseorang tersenyum… Tapi hal yang jauh lebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya.. :))

Menggapai Profesi yang Berkah :))

on September 20, 2015

             “Aku pengen banget jadi orang sukses, bisa dapet penghasilan besar dan jabatan yang menjanjikan”

             Hm.. siapa sih yang nggak pingin kayak gitu, masih muda lantas sudah bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Bisa ngajak ortu dan saudara keliling kota bahkan sampai ke luar negeri. Tentunya mereka pasti akan sangat bangga kepada kita.

                Lalu, dengan kondisi yang terlihat sangat menyenangkan itu, apakah kehidupan kita menjadi sangat bahagia?

                Curhat dulu yaaa hehe… Sebelumnya, saya pernah bekerja di salah satu perusahaan milik Negara luar. Memang saya bisa menikmati gaji dan tunjangan yang sangat besar, serta fasilitas mewah di sana. Namun, bayangkan untuk shalat saja hanya dijatah waktu 15 menit (ditandai dengan bunyi alarm perusahaan), dengan kapasitas masjid yang harus bisa menampung ratusan orang pekerja. Dan jika terlambat masuk ke dalam lokasi kerja setelah break shalat, maka kita akan terkena peringatan dari para atasan. Jadi mau gimana lagi, haruskah shalat dengan jangka waktu yang cukup kilat, bahkan untuk menjalankan shalat sunnah saja tidaklah sempat.

                Mungkin itu hanyalah sepenggal bagian dari pengalaman yang pernah saya jalani. Sebenarnya pasti di luar sana masih banyak orang yang tidak bisa menikmati indahnya bekerja untuk mencari rezeki. Serasa kita bekerja itu ibarat seperti mesin. Rutinitas serupa yang kita kerjakan berhari-hari tanpa ada perkembangan.

                Namun bagaimana lagi jika ternyata memang kondisi itulah yang mesti kita jalani di dunia nyata untuk terus menyambung hidup? Lantas bagaimana setiap rasa lelah dan pahit yang telah kita jalani ini bisa menimbulkan berkah…?

                Tentu jawabannya terletak pada seberapa bermanfaatnya hasil jerih payah dan kontribusi kita bagi mereka yang membutuhkan. Mohon maaf, dengan mengungkapkan bahasan yang seperti ini bukan berarti apa yang saja jalani sepenuhnya saat ini sudah benar-benar menimbulkan keberkahan. Bisa jadi saya juga termasuk orang yang sering sekali mengeluh dengan rutinitas yang saya jalani saat ini. Bisa jadi apa yang sudah saya lakukan saat ini mungkin kurang berkenan bagi banyak orang. Mohon maaf ya…

                Namun, batin dan nurani saya merasakan malu yang amat dalam ketika melihat suatu berita di televisi beberapa saat yang lalu. Suatu kisah inspirasi yang datang dari seseorang dengan kondisi yang sangat sederhana namun mengena. Saya akan mencoba menceritakannya kembali :

                Jack adalah seorang pekerja di salah satu Universitas ternama di Indonesia, ya… lebih tepatnya ia bekerja sebagai salah satu tukang parkir di tempat tersebut. Profesi yang ia jalani memang tidak memberikan keuntungan besar malahan bisa dibilang kurang. Namun, setidaknya ia dapat memaknai hasil jerih payahnya selama ini dengan jalan berbagi. Siapa yang menyangka bahwa seorang tukang parkir ini adalah pendiri TK dan TPA gratis bagi anak-anak yang membutuhkan.

jack            

             Bermodalkan uang yang ia sisihkan dari pekerjaan sehari-hari, akhirnya ia bisa membangun TK kecil pada saat itu. Alhamdulillah, ternyata perjuangan Jack dan keluarganya membuahkan berkah. Sudah 4 tahun tempat pendidikan ini berdiri dan sekarang sudah beranggotakan 130 siswa dari desa Babakan Loka. Alhamdulillah Ya Allah… Berikut adalah tanggapan dari Jack, hasil wawancara dengan salah satu media Tempo :

“Saya melihat anak-anak, khususnya di lingkungan saya banyak yang tidak dapat bersekolah karena hambatan ekonomi. Saya berpikir bagaimana mereka bisa sekolah tanpa mengeluarkan biaya… Karena saya tidak mau mereka merasakan hal yang sama seperti apa yang telah saya rasakan dulu.

Kalau memang ingin membantu orang lain segera lakukan. Kalau mau menunggu sukses siapa yang jamin akan sukses? Apalagi hanya tukang parkir seperti saya. Belum tentu pula umur akan panjang.

Beramal jangan hanya ketika lapang, beramal saat sempit justru lebih disenangi oleh Allah. Bismillah… akan selalu ada rejeki yang tak terduga dari Allah, Percayalah…:))

                Ya Allah… apa yang sudah dilakukan Pak Jack tentunya patut untuk diacungi jempol. Ketika banyak orang sedang mengeluhkan pekerjaan yang dijalani, merasa kekurangan dengan gaji yang diperoleh… di sisi lain, ternyata masih ada hati yang rela untuk berbagi kepada sesama walaupun dalam kondisi yang amat sulit.

Sejenak marilah kita renungi, termasuk saya juga..

Sudah berapa lama kita tinggal di dunia ini?

Sudah berapa lama kita menggantungkan diri pada orang tua, keluarga, serta orang lain…

Sebaliknya…

Apa yang sudah bisa kita berikan untuk mereka semua…?

                Hal ini merupakan suatu tamparan telak bagi saya. Tepat sehari sebelum saya menonton kisah Pak Jack di televisi, entah mengapa saya mulai merasakan ketidaknyamanan di lokasi kerja, tanpa tahu apa penyebabnya. Dan saya baru menyadari, ternyata itu hanyalah perasaan saya saja selama ini. Perasaan galau yang melanda itu justru bisa menjerumuskan saya ke dalam rasa kurang syukur. Ya.. padahal di luar sana justru lebih banyak orang dengan kondisi luar biasa sulit, namun mereka tetap dapat mensyukuri apa yang ada.

                Alhamdulillah orang-orang seperti Pak Jack pasti merasakan kebahagiaan terpendam dengan apa yang telah ia lakukan. Akhir kata, ada salah satu quotes yang bisa menggambarkan sikap Pak Jack dan keluarganya :

“Hati yang berbahagia adalah hati yang senantiasa bersyukur…

Bersyukurlah selama kita masih bisa berbagi, walaupun itu hanya dengan sebuah senyuman…

Tapi pastikan senyuman itu datangnya tulus, dari lubuk hati yang paling dalam… :))

                Semoga kita semakin bersemangat dengan apa yang kita jalani saat ini, berharap bisa menggapai profesi nan berkah. Ya… selama profesi kita mengarah pada jalan yang halal, kita pasti bisa berbahagia, jika dijalani dengan tujuan mulia seperti yang telah Pak Jack lakukan.

“Bukan profesi yang menghebatkan kita,

tapi kekuatan dari dalam hatilah yang bisa menghebatkan diri kita.

Percayalah kita adalah generasi yang pasti bisa memberikan manfaat bagi sesama.”

                Akhir kata, Mohon maaf sekali bagi para pembaca, jika terdapat bahasan yang kurang berkenan di hati. Sekali lagi saya mohon maaf. Mari kita saling memperbaiki hati dan diri mulai dari sekarang. Bismillah, semoga ridha Allah dan orang tua senantiasa bersama kita… Aamiin.. :))

Semangaaat sist n brooo :))


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: