Dream… :))

Ada pepatah mengatakan : Hal yang terindah adalah ketika melihat seseorang tersenyum… Tapi hal yang jauh lebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya.. :))

Belajar Mengembangkan Senyuman Tulus dari Hati

on August 6, 2015

          senyum  

           “Mbak, dari tadi cemberut aja, senyum ta mbak”. Teringat kata seorang siswa baru-baru ini, karena katanya aku seperti sedang memikirkan sesuatu hingga lupa untuk memberikan wajah yang ceria dalam senyuman kepada orang lain. Yaa… Perasaan emang ngga pernah bisa bohong. Kalo memang sedang ada yang dipikirkan itu, emang susah banget menutupinya. Orang-orang terdekat kita pasti bisa menebak dari ekspresi wajah yang kita berikan.

                 Aku belajar banyak ketika berada di rungkut, lokasi kerjaku sebelumnya. Saat itu aku bertemu dengan seorang yang sering sekali menyapa terlebih dahulu sembari memberikan senyuman. Tak pandang bulu orang yang disapa oleh beliau, entah itu dikenalnya atau tidak semua selalu disapa. Beliau adalah seorang satpam di kompleks perumahan di dekat tempatku mengajar. Awal mulanya aku sangat heran, koq orang ini hobi banget nyapa orang lain dan itu hampir terjadi setiap hari. Fenomena ini juga dirasakan oleh keluarga besar tempatku mengajar. Sampai-sampai ketika hampir semua siswa ditanya tentang satpam di daerah rungkut, yang langsung terlintas adalah beliau. Memang benar, wajah yang terlihat nampak menyenangkan karena sering tersenyum pasti akan lebih mudah diingat.

                 Sebenarnya ada seorang lagi yang kuingat, kali ini adalah salah satu siswa di rungkut tahun 2014-2015. Ia selalu tampak ceria dan tak pernah sedikitpun aku melihat gurat kesedihan tampak di wajahnya. Ia sering sekali guyonan dengan teman-teman lainnya, kedekatannya dengan para guru pun membuat kami meyakini bahwa anak ini memang benar-benar tengah dididik di keluarga dan lingkungan sekitar yang membahagiakan.

                  Hingga akhirnya, satu demi satu kenyataan mulai muncul. Seseorang yang kukira hidup dengan kondisi yang selalu bahagia ini, ternyata telah dihadapkan dengan suatu penyakit yang sangat serius semenjak kecil. Saat mengetahuinya, aku benar-benar kaget karena menjelang ujian nasional bulan april kemarin, di saat yang lainnya sibuk dan fokus belajar, ia juga harus membagi waktunya untuk program terapi, mengunjungi altenatif bahkan akhirnya sampai sempat menjalani operasi di salah satu Rumah Sakit.

Pandai sekali ia menyembunyikan permasalahannya hingga kami tak mengetahui apa yang sedang dihadainya. Kami baru tau semua ini ketika ibunya datang dan mengabarkan bahwa sang anak tampaknya akan ijin beberapa saat dari tempat les ini untuk proses penyembuhan.

                 Alhamdulillah, ia membungkus semuanya dengan amat sangat rapat dengan balutan senyuman tulus, dari hati. Di saat orang lain sedang menuliskan status galau karena masalah sepele (mungkin aku juga sering), ia malah memilih untuk mengupload foto-foto cerianya bersama teman-teman di media sosial.

           Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa berjumpa dengan saudara yang luar biasa tegar seperti ini Seolah-olah hidup yang digariskan Allah kepadanya ini sangat indah dan nyaman sekali untuk dijalani… .:)),

             Hingga saat ini, ketika teringat tentang saudaraku ini, yang pertama kali terbayang adalah senyuman tulusnya. Ya, benar sekali pepatah yang mengatakan, seperti halnya semangat, senyuman itu juga menular. Jika kita berada di lingkungan yang bahagia, penuh dengan senyuman, bisa jadi kita juga akan sering memberikan senyuman pada orang lain. Namun jika kita berada di lingkungan yang penuh dengan wajah-wajah galau, gundah, justru kita harus sangat bersyukur karena kita bisa mulai menularkan senyuman seperti yang telah diberikan oleh dua inspirator hebat yang telah kuceritakan di atas.

             Hal yang paling kukhawatirkan adalah ketika aku tidak sejalan dengan apa yang kutuliskan. Sebenarnya sempat takut dengan menuliskan artikel seperti ini jika nantinya aku juga masih sering cemberut dan lupa untuk tersenyum. Tapi, setiap manusia memang digariskan memiliki berbagai macam ekspresi yang alami terbawa sejak lahir dan bisa berkembang karena faktor lingkungan. Semoga kita semua bisa belajar dari dua sosok inspirator hebat di atas, untuk selalu bisa menampakkan wajah yang menyenangkan. Nggak harus dengan memakai make-up tebal, dandan dan semuanya, justru topeng kan jadinya. Cukup dengan sebuah senyuman tulus yang tidak dibuat-buat, dan semoga kita semua bisa ya :)).

               Sebenarnya ada seseorang lagi yang telah membuatku sering tersenyum dalam diam, karena hanya dengan melihatnya saja, aku sudah merasa bahagia. Dan aku nggak tau dari mana datangnya perasaan ini, dan ini sama sekali tak bisa dilogika haha, tapi koq bisa ya aku juga heran -.-”. Ditetapkan sebagai salah satu orang terdekatnya pada saat yang lalu, aku justru jarang sekali berbicara dengannya, ga tau koq bisa sungkan ya. Aku takut sekali tak bisa melihat senyumnya lagi, karena saat ini sudah jarang sekali kita bersua dan entah kapan bisa dpertemukan dengannya lagi. Namun, aku bersyukur dengan kondisi yang seperti ini, biarkan waktu yang akan menjawab segalanya. Bismillah, karena aku sangat percaya rencana Allah begitu indah, amat sangat indah, bukan hanya untukku dan untukmu, tapi untuk kita semua, percayalah… :)).

Akhir kata, semoga kita semua bisa menghiasi hari demi hari dengan senyuman y broo :)), selamat tersenyuuum… :)).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: