Dream… :))

Ada pepatah mengatakan : Hal yang terindah adalah ketika melihat seseorang tersenyum… Tapi hal yang jauh lebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya.. :))

Cinta yang Sejati, Tanpa Syarat dan Ketentuan

on June 25, 2015

            Siang terik, seorang wanita sedang menunggu calon suaminya. Dengan wajah yang penuh keringat bolak-balik ia tampak sesekali menelepon dan selalu diakhiri dengan keluh kesah. Ia terlihat sangat lelah setelah seharian jalan-jalan berkeliling bersama dengan teman-teman kuliahnya dulu. Sudah lebih dari satu jam ia duduk di pinggir trotoar jalan, dan si dia juga tak kunjung datang. Tiba-tiba seorang pengendara motor menepi dan menemuinya, ya inilah yang ditunggu dari tadi. Dengan penuh kata maaf pria ini menjelaskan bahwa ia datang terlambat karena harus mengantar sang ibu berobat terlebih dahulu. Sejak kemarin, berkali-kali pria ini telah menjelaskan bahwa ia memang harus menemani sang ibu pada jam tersebut. Namun sang wanita ini tidak mau tau, tak pernah mau mendengar alasan apapun, pokoknya harus datang jam segini, penting!. Sang wanita dengan wajah kusut lantas melontarkan kata-kata yang cukup tidak enak kepada si pria. Lelaki ini terdiam, namun batinnya berucap, “Ya Allah, apakah ini yang dinamakan cinta?”

Apakah itu yang dinamakan cinta?

memperhatikan ketika senang, dan merendahkan ketika susah.

Bukankah cinta tidak pernah mengajarkan kita untuk saling menyakiti?,

Bukankah cinta tidak pernah memperbolehkan kita untuk mengungkapkan sesuatu dengan kasar, dengan nada tinggi, terlebih jika disertai dengan kata-kata yang tidak baik.

            Alangkah indahnya hidup ini jika kita saling mengisi hari dengan kata-kata yang indah, yang membangkitkan semangat dengan penuh senyuman. Realita itu memang sering terjadi saat kondisi senang dan baik-baik saja. Namun, jika salah satu tertimpa musibah, misal terjadi suatu kecelakaan yang harus merenggut anggota tubuh. Dapatkah kita bersikap seperti sediakala terhadap yang bersangkutan? apakah kita lantas menjauh seolah tak pernah mengenalnya?atau justru rasa cinta kita akan tumbuh lebih dalam, karena yang kita cintai adalah hatinya bukan fisiknya?

            Berkaca dari kisah kehidupan di atas, marilah kita mencoba memaknai bersama makna mendalam tentang cinta dan kasih sayang. Sejatinya cinta itu tak hanya kepada sesama makhluk saja, karena sebenarnya ada cinta yang lebih dalam dan lebih mulia. Cinta ini selalu hadir setiap saat, menghampiri dimanapun kita berada dan tentunya ini adalah dasar dari segala macam cinta yang ada, yakni cinta kepada Allah, Sang Pencipta.

images

           Bayangkan saat ini kita sedang berada di pegunungan yang sangat sejuk, kita bisa mendengarkan suara kicauan burung serta gemericik air sungai. Meskipun tidak berada di tempat yang sesungguhnya, namun kita masih bisa merasakan nikmatnya udara yang melalui indera penciuman ini. Bagaimana apabila kita berada di tempat yang penuh sekali dengan polusi udara yang menyesakkan, sehingga tentunya kita perlu alat bantu untuk bernafas. Pasti rasanya sesak dan sakit sekali. Mari kita ucapkan syukur bila itu tak terjadi pada kita saat ini. Alhamdulillah Allah selalu memberikan karunia kepada kita, contoh mudahnya adalah udara yang setiap saat dapat kita hirup. Itu adalah salah satu bukti nyata bahwa Allah telah menghadirkan cinta di setiap detik pada semua hambanya, cinta yang tanpa syarat.

             Begitu besar cinta Allah kepada kita, meskipun kita sudah berlumuran dengan dosa dan tak juga sadar akan Rahmat-Nya. Ketika Allah memanggil melalui shalat, kita masih saja beraktivitas lain. Banyak sekali jalan menuju kebaikan yang Allah tunjukkan, namun kita masih saja memilih jalan yang menyimpang. Tak bisa dipungkiri, saya sebagai manusia juga pasti penuh dengan khilaf dan kesalahan. Dengan memposting artikel seperti ini jangan bayangkan saya adalah seseorang yang sangat luar biasa alim, lemah lembut, dan sopan sekali. Bisa jadi saya ini jauh lebih banyak memiliki dosa dari pada teman-teman sekalian. Namun, pada hari ini ketika saya menjalankan ibadah shalat ashar, entah kenapa tetesan air mata tak hentinya mengalir melewati pipi saya. Entah kenapa tiba-tiba saya teringat akan banyaknya dosa yang telah dilakukan. Biasanya saya menangis entah karena masalah pertengakaran dengan orang, karena gagal dan kecewa dalam suatu hal maupun karena hal-hal sepele. Namun, sekarang saya merasa malu dan sedih, karena untuk mengingat dosa jarang sekali saya merenunginya. Sejenak teringat kata-kata seorang teman kuliahku “Jangan pernah menangisi sesuatu yang tidak pantas untuk ditangisi, karena sesungguhnya linangan air matamu itu hanyalah untuk Allah dan orangtuamu”.

           Allah telah menitipkan Cinta-Nya kepada kita semua melalui seorang bidadari yang dikirimkan menemani kita sejak kecil. Kita dapat memanggilnya dengan sebutan, Ibu. Kali ini saya ingin mencoba menceritakan sebuah kisah nyata tentang kasih sayang ibu terhadap anaknya, yang datang dari Negara Singapura. Berikut ceritanya :

           Alkisah, ada seorang anak lelaki dengan ibunya yang hanya memiliki satu mata. Sang anak sangat malu dengan kondisi ibunya yang sangat berbeda dengan yang lainnya. Setiap diadakan pertemuan orang tua dan anak di sekolah, sang anak selalu tidak hadir karena tidak mau menerima akan keadaan ibunya. Pernah suatu ketika ibunya mengantarkan bekal nasi yang ketinggalan ke sekolah. Tepat pada saat itu sebagian temannya mengetahui kondisi sang ibu dan mereka mulai memberikan bully-an. Sang anak lantas memarahi ibunya dengan kesal dan berniat untuk segera meninggalkan ibunya. Bayangannya menjadi sangat nyata ketika ia lulus sekolah dan menerima beasiswa ke Singapura. 10 tahun sudah ia meninggalkan sang ibu. Hidupnya kini sudah sukses, bergelimang harta dengan istri yang cantik dan anak-anak yang lucu.

         Hingga suatu ketika istrinya melihat ada seorang nenek-nenek melewati rumah mereka dan menyelipkan sepucuk surat di depan pagar. Dengan segera nenek itu pergi walaupun sang istri dari lelaki tersebut memanggilnya berkali-kali. Ia tak paham dengan maksud dari surat tersebut, hingga akhirnya menyerahkan pada suaminya.

Berikut adalah isi dari surat yang ditemukan :

Aku selalu memikirkanmu setiap waktu. Dan aku meminta maaf kalau kedatanganku ini ternyata malah mengganggu keluargamu dan menakuti anak-anakmu.

Tetapi aku sangat bahagia saat melihatmu sudah hidup bahagia. Sekalipun aku harus menanggung derita ini, aku rela demi cintaku kepadamu.

Aku tahu bahwa hidupku sudah tidak lama lagi. Sehingga aku harus meminta maaf karena kau telah banyak menderita semasa kecilmu. Kamu seringkali malu karena memiliki ibu yang hanya punya satu mata ini.

Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya. Ibu tak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas.

Ada satu hal yang ingin sekali ibu ceritakan kepadamu…

Saat kau masih balita, kau mendapat kecelakaan dan kehilangan salah satu mata. Aku tahu bahwa aku tak akan tahan dan tak akan pernah bahagia bila melihatmu harus menanggung ini sendiri. Sebagai seorang ibu, aku harus mengambil tindakan itu. Aku meminta dokter mengambil sebelah bagian mataku untukmu.

Kini aku bangga, dengan pengorbananku ini, aku bisa melihatmu menjadi orang yang sukses dan bahagia. Aku bahagia bisa membuatmu selalu melihat dunia dengan indah.

Berbahagialah selalu anakku,

 Ibu mencintaimu.

           Tak terasa lembaran kertas ini sudah basah karena tangisan sang anak. Ia meninggalkan segenap proyek dan bisnis yang telah ia jalani, ia menghabiskan waktunya untuk mencari sang ibu. Dan akhirnya, ia pun menemukan ibunda tercinta, di suatu pemakaman. Hingga saat itu, akhirnya ia baru menyadari tentang cinta yang diberikan ibunya.

          Syukur Allah telah menitipkan segala bentuk cinta kepada hamba-Nya. Cinta yang sangat nyata yang dialirkan dalam bentuk kasih sayang seorang ibu. Jika saat ini kita masih memiliki seorang ibu, Alhamdulillah, mari kita upayakan segenap yang terbaik untuk membahagiakannya. Karena ia adalah seorang bidadari yang dikirimkan Allah untuk menjaga kita.

               Bismillah… jangan sampai cinta kita kepada seseorang jauh lebih besar daripada cinta kita kepada Allah Yang Maha Segala-Nya… Dia sangat dekat, lebih dekat daripada deguban jantung kita. Ia selalu memberikan kasih sayang kepada hambanya lewat berbagai macam kejadian. Itulah cinta sejati yang sesungguhnya, tanpa syarat dan ketentuan…🙂.

 

          Terima kasih sudah mau membaca artikel yang sederhana ini, mohon maaf bila ada perkataan yang kurang berkenan. Saya tidak ada maksud untuk menggurui atau memberikan nasehat. Saya hanya ingin menyampaikan apa yang terbayang di hati dan pikiran saya saja, terima kasih dan semoga bermanfaat🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: