Dream… :))

Ada pepatah mengatakan : Hal yang terindah adalah ketika melihat seseorang tersenyum… Tapi hal yang jauh lebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya.. :))

Inten Rungkut 2014-2015, Benar-Benar Keluarga yang Sesungguhnya :)

on June 21, 2015

        Sejuta kata nggak akan pernah bisa menggambarkan perjalananku selama setahun penuh ini, masa-masa paling indah di Inten Rungkut… Seumur-umur aku uda ngerasain suasana di 7 cabang inten yang berbeda, 5 cabang di bandung dan 2 di Surabaya (Ambengan dan Rungkut). Alhasil mana yang paling luar biasaaa?

          Pastinya yang paling berkesan tu di inten rungkut pas angkatan 2014-2015, ini nih kumpulan foto-fotonyaaa

This slideshow requires JavaScript.

      Tak terasa waktu berlalu begitu cepat sekali, perasaan baru kemaren aku ngajar anak-anak yang trial selama dua minggu. Pas masa-masa trial, mereka benar-benar keliatan meneng-meneng piye gitu. Ya mungkin mereka agak kaget trial awal koq udah diajak nyanyi dan guyonan sana sini, meskipun terkadang terjadi krik krik di kelas hahaha. Tapi, ada satu anak yang pas trial uda keliatan rempong dan selometan. Ya pantes aja ni anak dikasi julukan tuyul sama temen-temen sekolahnya (maaf yaaa bagi yang merasa, saya cuma sekedar cerita nostalgia aja koq wkwkwk ^.^v).

      Tapi dengan berjalannya waktu, akhirnya keliatan sikap aslinya teman-teman semua, tenyata mereka semua anak-anak yang asyik banget bro. Paling asyik itu ngajak mereka main TOD 3,6,9 dan tentunya aku sudah janjian dengan salah satu kelas untuk main itu tiap minggunya. Kalau kalah, hati-hati harus mau kena tantangan, misalnya kayak adek yang kena TOD di bawah ini harus nyepik salah satu anak inten :

20150207_174810

            Jeng Ida, Ayu dan aku bisa disebut sebagai Charlie’s angelnya inten wkwkwk. Karena nggak ada charlie’snya masa harus diganti Sarju’s Angel atau Hudahoe’s Angel? aaaaaaa enggak banget deh, mendingan Inten’s Angel. Jeng Ida dan Ayu ini kawanku yang senasib, sepenanggungan, dan seperjuangan bro. Wuaaa kangen makan mas Yoni bareng merekaaa. Biasanya kita ngumpul bareng di depan FO, paling sering ngobrol sama ulil, ime, ane, putri, suha dkk. Oke uda dulu bapernya, kita lanjut cerita lagi sob.

        Di sela-sela kita belajar, biasanya datang seorang penasehat, ya sebut saja namanya mamang. Beliau adalah orang yang pualiiing perhatian sama kita semua. Kata-kata mutiara yang paling nggak bisa dilupakan dari beliau adalah “Jangan makan di kelas ya, nanti ACnya bau. Papannya mau dihapus sekarang nggak?. Sepedanya jangan dikunci setir ya”. Aaaa dulu awal-awalnya mungkin kami agak lelah diingatkan berkali-kali. Namun, mamang nggak pernah lelah mengingatkan kami demi sebuah kebaikan. Seseorang pastinya akan sangat capek jika nasehatnya tidak juga didengar. Namun mamang beda, beliau tanpa bosan mengingatkan kami setiap hari. Alhamdulillah, keberadaan mamang rasanya sudah seperti superhero di inten, dan beliau juga bisa membaur dekat dengan teman-teman semuanya. Rasanya kita semua pasti akan sangat merindukan kata-kata mutiara dari mamang tersebut… hiks hiks T.T, terima kasih mamang🙂

       Pada kesempatan ini, saya ditugaskan menjadi walikelas di salah satu kelas 3. Memang awalnya sangat berat untuk menyatukan mereka. Kondisi lingkungan dari luar serta perbedaan karakter yang amat jelas membuat saya agak pusiiing di awal. Tapi kuakui, sebagian besar sikap mereka memang mencerminkan saya. Misal seperti kebiasaan ngerjain anak, ya semacam bercanda2 gitu. Aku baru sadar kalo ternyata itu sifat “Gua Banget”. Di sinilah aku baru sadar, ternyata sebelum aku mengubah sikap orang lain menjadi lebih baik, aku juga harus mengintrospeksi diri terlebih dahulu.

       Perubahan kelaspun dilakukan, dan alhasil kelasku terombak total di bulan Januari. Di luar dugaan, ternyata kelasku yang baru ini anak-anaknya mayoritas sangat diam. Bahkan yang biasanya ruame pun ketularan diam. Krik krik krik, beberapa kali aku mengajar, mereka hanya manggut-manggut tanpa bertanya. Aaaa seperti apapun kelasku yang dulu, ruame pol, nggergetno lalala nanana yeyeye I really miss that situation, aku bener-bener merindukan suasana itu bro!. Itulah sebabnya, kedekatanku dengan anak waliku yang dulu sungguh jauh lebih besar daripada dengan yang baru pada saat itu.

       Bisa jadi ini adalah sebuah peringatan karena hamba kurang mensyukuri apa yang ada. Jelas-jelas hamba sudah memiliki sebuah keluarga di kelas 2008 yang awal, namun hamba berharap supaya kelasku bisa seperti kelas lainnya yang nampak damai. Namun, di setiap rencana Allah, pasti selalu ada hikmah di dalamnya. Justru di sinilah, di kelas yang baru dirombak ini, aku menemukan keluarga yang sesungguhnya. Semua berkah ini datang secara perlahan, setelah proses demi proses adaptasi yang dilalui sesuai dengan berjalannya waktu.

Alhamdulillah, kelas baru ini tumbuh dengan penuh kasih sayang.

Mereka sendiri yang telah membubuhkan rasa cinta terhadap keluarga ini.

Mereka yang membuat kelas ini menjadi amat kompak.

Mereka sukses membuat hari-hariku menjadi sangat berwarna seindah pelangi.

Mereka juga telah mengajarkan kepadaku tentang kebersamaan dan solidaritas yang tinggi antar sahabat.

*Farezza, Syeila, Amalia, Dede, Sonnia, Ryan, Hilal, Arsy, Bondan, Okky, Immadudin, Mufid*

Love love love you all rek🙂

         Pada saat aku sakit pun, walaupun itu hanya panas dan batuk pilek, mereka semua datang menjenguk ke rumah. So sweeeeet kan… Ya Allah… aku baper niiiih T.T. Melihat senyuman mereka, candaan mereka, rasanya hati ini terasa damai. Dan yang paling aku rindukan adalah ketika mereka memanggilku dengan sebutan “Bunda”. Ya Allah, saya ini adalah orang yang sangat banyak kekurangan, saya ini orang yang penuh kesalahan, dan saya adalah orang yang bisa jadi paling sering membuat mereka menderita. Namun, mereka benar-benar menutupi semua kekurangan ini, melengkapi setiap bagian hingga ku merasa sempurna dan teristimewaaa wkwkwkwk (maaf agak lebay). ITA 2008 yang dulu dan yang sekarang pokoke love you all rek… ini nih foto mereka semuaaa🙂

2008

            Pas masa intensif memang ada kejadian yang agak mengganggu ketenanganku di inten, ya pasalnya memang aku harus dipindah cabang yang beda. Heiii sedih banget nggak siiih T.T. Situasi dan kondisi mengharuskan semuanya terjadi, tak boleh ada kata tidak ataupun menolak. Ambil sisi positifnya bro, ini pasti skenario Allah untuk menggambarkan bagaimana rasanya kita menghargai arti sebuah keluarga ketika jarak perlahan mencoba memisahkan. Alhamdulillah, seberapa besarpun jarak, namun rasa cinta terhadap cabang ini nggak akan pernah pudar.🙂

              Tapi sebenernya pas masa intensif ini inten rungkut jadi lebih berwarna sob, karena kedatangan 3 orang teman dari Jakarta. Mereka semua sebenarnya sudah berkuliah di salah satu Universitas di Surabaya. Namun, yang namanya demi cita-cita mereka mau mencoba lagi mengejar impian tahun ini. “STEI BRO STEIIIIII”, itulah kata yang pualing sering diucapkan bos genknya. Alhamdulillah mereka bisa menyatu dengan anak-anak di rungkut, hingga saat inipun kami semuanya, keluarga inten masih aktif komunikasi via line, ngerameni line sampai larut malam.🙂

              Begitu banyak kenangan yang nggak bisa kuceritakan satu per satu, yang jelas semuanya masih tersimpan di lubuk hati yang paling dalam. Selama perjalanan bersama angkatan ini, sama sekali nggak ada kesedihan, semua duka lara telah berubah menjadi suka dan cinta. Ya Allah, hamba sangat bersyukur telah menjadi salah satu bagian keluarga ini. Seandainya setahun yang lalu hamba memilih untuk menetap di inten bandung dengan segala keuntungan yang diberikan, mungkin hamba akan menjadi orang yang paling menyesal seumur hidup. Lembaran kertas merah, biru, hijau semuanya nggak akan pernah bisa menukar sejuta kenangan yang didapatkan ketika merasakan damainya tempat ini. Sampai ada siswa yang mengatakan bahwa : “Inten Rungkut Surga koq mbak”.

Alhamdulillah, Inten Rungkut 2014-2015 ini… benar-benar keluarga yang sesungguhnya🙂

Ini adalah kisah tak terlupakan tentang keluargaku, bagaimana kisah keluargamu kawan?🙂

************************************************************************************************************

NB: bagi para pembaca dari sabang sampai merauke, mohon maaf ya kalo tulisanku agak alay, dan mohon maaf atas segenap perkataan yang kurang berkenan di hati. Saya hanyalah manusia yang tak sempurna, yang tak lepas dari kesalahan dan khilaf…Sekali lagi maaaaaf ya…

Makasi ya bagi yang udah mampir ke blog ini..🙂


4 responses to “Inten Rungkut 2014-2015, Benar-Benar Keluarga yang Sesungguhnya :)

  1. fito says:

    keren mbak, saya juga ngerasa gitu kokk, walaupun cuma beberapa bulan tp rungkut gabisa di lupain poooll, kangen mba iin, semoga bisa ketemu lagi yaa mbaak🙂

  2. Hanif says:

    Bismillah tanggal 9 stei muncul dilayar pengumuman amin :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: